Yogyakarta – SD Muhammadiyah Suronatan menggelar acara penyambutan khusus bagi wali murid dan calon siswa kelas 1 Tahun Ajaran baru 2026/2027. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat ini, sekolah tidak hanya memperkenalkan profil lembaga, tetapi juga membekali orang tua dengan wawasan pengasuhan serta memetakan potensi belajar anak sejak dini.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Suronatan, Bapak H. M. Slamet Riyanto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membangun fondasi pendidikan karakter siswa.
Usai sambutan, sesi dilanjutkan dengan pemaparan profil sekolah beserta kurikulum yang dipandu oleh Bapak Beny Purwoko, S.Pd. Para wali murid diberikan gambaran mendetail mengenai program pembelajaran dan sistem pendidikan yang akan dijalani putra-putri mereka.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini sekolah menerapkan sistem identifikasi awal untuk calon siswa. Berkolaborasi dengan mahasiswa Psikologi dari Kampus Mercu Buana, SD Muhammadiyah Suronatan mengadakan tes gaya belajar. Tes yang berlangsung selama satu hari, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini bertujuan untuk memetakan potensi anak ke dalam tiga kategori gaya belajar, yaitu Visual (belajar melalui penglihatan), Auditori (belajar melalui pendengaran), dan Kinestetik (belajar melalui gerakan/sentuhan).
Memasuki acara inti, para wali murid dibekali materi parenting yang sangat relevan. Sekolah menghadirkan narasumber profesional, Bapak Fauzy Hanifunni’am, M. Psi (Psikolog). Mengusung tema "Bukan Hanya Siap Sekolah," psikolog Fauzy memberikan pencerahan bahwa tugas orang tua tidak hanya memastikan anak siap secara akademis dan seragam, tetapi juga harus memastikan kesiapan mental, emosional, dan kemandirian anak saat memasuki lingkungan baru.
"Kesiapan sekolah bukan hanya tentang bisa membaca atau berhitung, tapi juga tentang bagaimana anak bisa beradaptasi, mandiri, dan memiliki ketahanan mental saat berada di lingkungan sosialnya," ujar Fauzy dalam sesi tersebut.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para wali murid. Dengan adanya tes gaya belajar dan pembekalan parenting, diharapkan guru dan orang tua dapat bekerja sama mengoptimalkan potensi anak sesuai dengan karakteristik belajar mereka masing-masing. (@nunk)