YOGYAKARTA – Dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan karakter unggul pada siswa, SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta kembali menggelar kegiatan rutin di setiap hari Kamis Pon. Pada kesempatan terbaru, acara yang bertajuk "Kamis Pon Berbudaya" ini semakin meriah dengan menampilkan sejumlah kesenian tradisional, terutama tembang atau lagu-lagu daerah.
Suasana berbeda langsung terlihat saat para siswa tiba di sekolah. Seluruh warga sekolah, dari siswa, guru, hingga staf, kompak mengenakan busana adat gaya Yogyakarta (gagrak) lengkap dengan blangkon, jarik, kebaya, dan selop. Penampilan kolosal menjadi pembuka acara, dengan siswa kelas 1 dan 2 yang terdiri dari tiga rombongan belajar dengan kompak menyanyikan tembang dolanan anak di halaman sekolah. Penampilan merdu mereka kemudian dilanjutkan oleh kakak-kakak kelas dari kelas 3 hingga kelas 6 yang membawakan beragam tembang Jawa lainnya.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Suronatan, M. Slamet Riyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari "nguri-uri budaya" atau melestarikan tradisi. "Melestarikan tradisi dan selalu menjaga unggah-ungguh adalah hal yang penting.
Puncak acara Kamis Pon kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Kang Acep, seorang pendongeng nasional yang juga merupakan lulusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM). Dengan gaya tutur yang jenaka namun penuh makna, Kang Acep berhasil menyihir ratusan siswa yang hadir. Ia membawakan cerita-cerita rakyat yang sarat akan pesan moral, mengajak anak-anak berimajinasi, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dengan cara yang sangat menyenangkan.
Kiprah Kang Acep di dunia pendongeng anak memang sudah tidak diragukan lagi. Sebelum dikenal luas, ia telah mengasah bakatnya dengan bergabung di sejumlah grup teater ternama.
Dengan perpaduan antara penampilan tembang daerah yang meriah dari para siswa dan suguhan dongeng inspiratif dari Kang Acep, kegiatan "Kamis Pon Berbudaya" di SD Muhammadiyah Suronatan diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi siswa untuk mencintai budaya bangsa sejak dini.