Cegah Perilaku Merokok Sejak Dini, Siklus Indonesia dan Magister Psikologi UAD Gelar Penyuluhan di SD Muhammadiyah Suronatan

Cegah Perilaku Merokok Sejak Dini, Siklus Indonesia dan Magister Psikologi UAD Gelar Penyuluhan di SD Muhammadiyah Suronatan

Berita Anung Baskoro B. N 19 May 2026

Yogyakarta - Prihatin terhadap ancaman bahaya rokok bagi generasi muda, Siklus Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar penyuluhan bahaya rokok. Kegiatan yang berlangsung di SD Muhammadiyah Suronatan, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, ini secara khusus menyasar siswa-siswi kelas 6.

 

Ketua kegiatan, Ibu Putri Khatulistiwa, S.H., menyampaikan bahwa pemilihan siswa kelas 6 sebagai sasaran bukan tanpa alasan. Di usia peralihan menuju remaja, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk ajakan untuk mencoba merokok.

 

"Melalui sosialisasi bahaya rokok ini, kami berharap dapat mendorong perubahan perilaku dan sikap adik-adik sekalian terhadap bahaya merokok. Bukan hanya tahu bahayanya secara teori, tetapi lebih dari itu," ujar Ibu Putri di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tujuan utama penyuluhan ini adalah membentuk agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pihaknya berharap para siswa mampu mengimplementasikan perubahan perilaku positif tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga membawa dampak bagi lingkungan sekitarnya.

 

"Kami ingin anak-anak mampu mengedukasi diri sendiri. Ketika mereka sudah paham, selanjutnya mereka bisa menjadi pengingat dan edukator bagi teman- teman, keluarga, serta lingkungan sosialnya," tambahnya.

 

Dengan metode penyampaian yang interaktif dan melibatkan psikolog, materi yang disampaikan menyentuh aspek kesehatan fisik, dampak psikologis, serta kerugian ekonomi akibat rokok. Kolaborasi antara Siklus Indonesia dan Magister Psikologi UAD ini pun mendapat respons positif dari siswa yang terlihat antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab.

Pihak SD Muhammadiyah Suronatan menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah preventif untuk melindungi siswanya dari jeratan rokok. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan siswa-siswi dapat tumbuh menjadi generasi sehat dan berani berkata "tidak" pada rokok. (@nunk)